Rabu, 11 Maret 2026

Menemukan Makna Hidup dan Mengelola Keuangan dalam Arichsan Ngabuburich

Bulan Ramadhan merupakan bulan puasa, menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi diri menjadi lebih baik. Arichsan yang digawangi oleh Lala Adani mengadakan acara #Ngabuburich dengan tema Women, Money and Meaning. Acara berlangsung pada hari Ahad, 8 Maret 2026 di Selibar Cafe di Cipete, Jakarta Selatan, pukul 16.00 WIB. 

Dengan dimoderatori oleh Lala, #Ngabuburich hadir dengan menghadirkan Offie Dwi Natalie sebagai Psikolog dan Valencia Fabian sebagai perencana keuangan. Keduanya mengupas seputar perempuan dalam menemukan makna diri dan mengelola keuangan. 

Perempuan dalam Siklus Hidup

Setiap makhluk di muka bumi memiliki masing-masing, demikian juga dengan perempuan, sebagai makhluk tercantik di muka bumi. Namun, seringkali perempuan pada tahapan-tahapannya terdapat pada perbedaan penyebutan, ketika belum menikah disebut gadis, ketika menikah disebut istri, dan ketika punya anak disebut ibu. Siklus hidup perempuan tidak hanya ditentukan oleh usia biologis, tetapi juga oleh perubahan peran sosial, pengalaman hubungan, dan makna diri. 

Konsep perempuan dalam siklus hidup (female life cycle) menjelaskan perkembangan biologis, psikologis, sosial, dan identitas diri perempuan berubah sepanjang perjalanan hidupnya. Offie Dwi Natalie menuturkan bahwa menemukan makna diri.

 


Saat anak-anak, perempuan mulai membentuk identitas awal dan konsep diri dengan belajar mengenali tubuh dan identitas gender, membangun rasa percaya diri dan mulai memahami peran sosial perempuan. Lingkungan keluarga sangat berpengaruh pada kepercayaan diricitra tubuh, cara melihat peran perempuan. membangun rasa percaya diri dan mulai memahami peran sosial perempuan. 

Masa remaja, berada dalam pencarian identitas. Hal lainnya pada masa ini dengan krisis citra tubuh, tekanan sosial, pencarian makna diri. Adapun pada masa dewasa, berada pada fase penting dalam pendidikan, karier, hubungan dan pembentukan keluarga.

Perempuan, Keuangan dan Makna Hidup

Dalam psikologi, uang tidak hanya berfungsi sebagai alat ekonomi, tetapi juga sebagai simbol psikologis yang berkaitan dengan identitas, harga diri, dan rasa aman. Memaknai uang sebagai sumber keamanan dan stabilitas. Uang memiliki makna simbolik sebagai keamanan, kebebasan, kekuasaan dan penghargaan diri. oleh karena itu, uang sering dihubungkan dengan kemampuan melindungi diri, kemampuan menghidupi keluarga dan kemampuan tidak bergantung pada orang lain.

Ketika perempuan memiliki kemandirian finansial, maka merasa lebih otonom, merasa lebih mampu dan lebih percaya diri dalam hubungan sosial. Hasilnya, uang dapat memperkuat makna diri. Keputusan keuangan tidak hanya rasional, tetapi juga mempengaruhi emosi dan pengalaman hidup. Dalam hal ini, perempuan lebih berhati-hati dalam pengelolaan uang, karena lebih menghindari risiko, lebih fokus pada keamanan jangka panjang, dan lebih disiplin. Demikian kata Ka Valencia Fabian sebagai perencana keuangan.

Ini sering dikaitkan dengan tanggung jawab sosial dan keluarga. Ketika perempuan memiliki kontrol terhadap uang, maka posisi tawar dalam keluarga meningkat, keputusan rumah tangga lebih seimbang dan kesejahteraan anak meningkat. 

Adapun Offie Dwi Natalie sebagai Psikolog, menyebutkan uang digunakan untuk mewujudkan nilai hidup dan investasi pada pendidikan, karya, atau kontribusi sosial. Maka, di sana ada relasi uang dengan makna diri. Apalagi kalau mengikuti teori Aktualisasi Diri Abraham Maslow, maka keuangan berada pada tingkat satu dan dua, sebagai alat dalam pemenuhan kebutuhan diri dan rasa aman.

Ngabuburich semakin seru dengan adanya diskusi, termasuk yang berkonsultasi berkaitan hubungan trauma dengan cara seseorang menggunakan uang. Secara gamblang, Ka Offie menjelaskan dengan sederhana dan mudah dimengerti, yaitu jangan menyimpan masa lalu, tetapi hadir saat ini sebagai bagian dari makna hidup. 

0 Comments:

Posting Komentar